Total Tayangan Laman

Senin, 09 Januari 2012

BUKU PINTER DEWAN AMBALAN BUKU PENEGAK

BUKU PINTER

DEWAN AMBALAN

Di postingkan : Muhammad Masyhari


Kak muklis yamzi

GERAKAN PRAMUKA

GUDEP 03.125 – 03.126

SMAN 1 GUNTUR DEMAK

AMBALAN KIAGENG SELO – PUTRI CEMPA

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. Wb

Salam pramuka

Puji dan syukur kehadiran Allah SWT bahwasannya dengan segala usaha dan upaya yang dilandasi dengan semangat untuk meningkatkan kwalitas anggota pramuka Penegak ambalan kiageng selo putrid cempa sma negeri 1 guntur Kabupaten Demak kami telah menyelesaikan buku pinter dewan ambalan.

Buku panduan ini kami persembahkan kepada Generasi Gerakan Pramuka kususnya Ambalan ki gheng selo putrid cempa sma negeri 1 guntur Demak dengan harapan panduan yang kecil ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai pedomana bagi dewan ambalan dalam mengabdikan dirinya dalam membantu Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

Terutama ;

1. Ayah / ibu tercinta ( KH. Ali Mahmud dan Salbiyah )

2. Anak dan istriku tercinta

3. Keluarga besar SMA Negeri 1 Guntur Demak

4. Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Demak

Semoga buku ini dapat bermanfaat, amin.

Salam Pramuka

Wassalamu’alaikum wr. Wb

Demak, 14 sseptember 2008

Penyususn

Muklis yamzi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

1. Pengelolaan organisasi ……………….. 004

2. Keadministrasian …………………….. . 006

3. Keuangan dan pengelolaan infentaris … 008

4. Saksi dan peleksanaan adat ambalan …. 010

5. Tata kerja Dewan Ambalan …………… 012

6. Upacara penegak ……………………… 015

7. Bagi Tugas ……………………………. 022

8. Sandi ambalan ………………………… 023

9. Adat ambalan …………………………. 025

10. Sejarah Kiageng selo ………………… . 027

11. Sejarah Putri Cempa ………………….. 028

12. Kibaran cita …………………………… 029

13. api unggun ………………………......... 031

BIOGRAFI PENYUSUN

PENGELOLAAN ORGANISASI

PENDAHULUAN

Keberhasilan pencapaian tujuan Gerakan Pramuka akan berhubungan langsung dengan keberhasilan pengelolaan kegiatan / organisasi, oleh karenanya dibutuhkan adanya menejement yang baik.

Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mngemdalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.

FUNGSI MANAGEMENT

A. Merencanakan ( playning )

B. Pengorganisasian ( organizing )

C. Penggerakan ( actuating )

D. Pengendalian ( controlinga )

KONSEP SISTEM AMONG

1. Ing ngarso sung tulodo ( didepan menjadi tauladan )

2. Ing madyo mangun karso ( ditengah membangun kemauan )

3. Tut wuri handayani ( dibelakang member dorongan )

KONSEP PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA

dari, oleh, dan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dibawah bimbingan orang Dewasa “

GAMBARAN KEGIATAN PRAMUKA

P : praktis

R : regular

A : alam terbuka

M : mandiri

U : unggul

K : kepribadian

A : Afiat ( sehat )

AJAKAN SBY SELAKU PRAMUKA UTAMA

P : Perkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa

R : Raih keberhasilan melalui kerja keras, cerdas dan ihlas

A : ajak kaum muda meningkatkan semangat bela Negara

M : mantapkan tekat kaum muda sebagai patriot pembangunan

U : utamakan kepentingan kepentingan bangsa dan negara diatas segala galanya

K : Kokohkan persatuan dan kesatuan Negara republic Indonesia

A : Amalkan satya dan darma pramuka

KE – ADMINISTRASI – AN

PENDAHULUAN

Persiapan administrasi mempunyai peran yang amat penting, kegiatan yang tidak didukung dengan administrasi, maka konsep yang ada tidak akan berjalan dengan maksimal

SOP ( Standart Operasi Prosedur )

Sop adalah prosedur minimal yang diterapkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, biasanya dibuat secara tertulis sehingga dapat dijadikan pedoman yang dijalankan secara rutin.

USULAN KEGIATAN / PROPOSAL

Naskan usulan kegiatan setidaknya minimal 5 W dan 1 H, yaitu :

What : apa ?

When : Kapan ?

Where : dimana ?

Why : mengapa ?

Who : siapa ?

How : Bagaimana ?

S U R A T

Surat merupakan hal rutin dalam kegiatan, dan tata cara persyaratan diatur dalan system administrasi kwartir dan didalamnya antara lain :

A. Teknik penulisan

B. Distribusi

C. Pengarsipan

BUKU - BUKU ADMINISTRASI

Buku atau data kekuatan secretariat administrasi yang mudah didapat sebagai bahan kekuatan organisasi :

A. Buku induk angora

B. Buku Daftar hadir

C. Buku notulen rapat

D. Buku arsip surat masuk

E. Buku arsip surat keluar

F. Dan lain –lain

TATA RUANG SEKRETARIAT

Sebagai pusat kendali administrasi dan op[erasi awal kegaiatn harus memmenuhi persyaratan :

A. Lengkap ( lengkap data / informasi dan peralatan yang layak )

B. Nyaman ( ditata sehingga menimbulkan kenyamanan bagi yang bekerja )

L P J

Sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas harus dapat menjadi bahan EVALUASI dan KEBIJAKAN selanjutnya, oleh karena itu suatu laporan harus memberikan dan memaparkan data secara lengkap terhadap kegiatan dan tindakan yang terjadi.

KEUANGAN DAN PENGELOLAAN INFENTARIS

PENDAHULUAN

Pengelolaan administrasi keuangan kepramukaan tidah jauh beda dengan pengolalaan administrasi yang berlaku umum

REKENING

Untuk menjalankan fungsi pencatatan dibutuhkan nama-nama rekenning agar mudah diawasi

ALIRAN KAS ( CASH FLOW )

Aliran kas dibutuhkan sebagai perkembangan dan kekayaan organisasi atau kegiatan, bisa dibuat harian, mingguan atau bulanan sesuai dengan volume / besar kecilnya kegiatan.

SUMBER DANA

1. Iuran peserta

2. Alokasi dana gudep

3. Bantuan

4. Sponsor

5. Penjualan cindra mata

6. Dan lain – lain

LOGISTIK

Logistik terdiri atas dua unsure yang masing – masing tidak dapat dipisahkan, yaitu :

1. PERBEKALAN , dititik beratkan pada sarana fisik

2. PELAYANAN, ditik beratkan pada penyediaan jasa

PERALATAN

Pengadaan peralatan bias dengan cara membeli, memimnjam, menyewa, atau dapat pula berupa bantuan, dari manapun hasilnya harus diinfentaris, maka harus ada yang bertanggung jawab mencatat, member tanda dan memamtau keberadaan peralatan guna menghindarkan kemungkinan timbulnya kerugian akibat kehilangan atau kerusakan.

PERAWATAN DAN GUDANG

Agar lebih tertib dalam penggunaan peralatan sebaiknya digudangkan sebelum dan sesudah digunakan, saat digudang perlatan dapat dirawat atau diperbaiki kondisinya agar dapat dipergunakan kembali.

INFENTARIS

Nama, jenis, merek barang

1. Jumlah

2. Cara dan waktu pengadaan

3. Nilai barang ( Jika dengan cara membeli )

4. Lokasi penyimpanan / penanggung jawab

5. Nomer infentaris

SANKSI DAN PELAKSANAAN

ADAT AMBALAN

PENDAHULUAN

Saksi dan penghargaan sebagai kunci dalam pembinaan personil, pemberlakuan sanksi setidaknya akan membuat sasarannya akan lebih bersikap hati-hati dalam melaksanakan tugas adat ambalan / aktifitas

ADAT AMBALAN ( PRILAKU )

A. Sekertariat / sanggar / rumah adad ( jadikan rumah ku adalah surgaku, hormati ketika mau masuk, didalam dan ketika mau meninggalkan )

B. Beri salam, hormat, serta berjabat tangan ( ketika ketemu orang yang lebih dewasa / tua sebagai tanda persaudaraan )

C. Kita akan dihormati dari sikap ( penampilan / berpakaian, cara duduk, cara berbicara )

D. Hindari 5 Karang – karang kehidupan ( Karang wanita, Karang perjudian, Karang minuman keras dan merokok, Karang mementiungkan diri sendiri / egois dan mengorbankan orang lain, Karang tidak bertuhan / atheis )

E. Adad sikap ketika sandi ambalan di bacakan

F. Dan lain-lain yang baik demi ambalan

ADAD AMBALAN / BARANG ADAT ( UPACARA )

1. Kibaran cita

2. Pakaian adat

3. Pusaka ambalan

4. Sandi ambalan

SANKSI DAN PENGHARGAAN

Setiap tindakan terhadap adad ambalan akan ada konsekwensinya baik yang melanggar maupun yang tulus ihlas melakukan ( sanksi / penghargaan ) ditetapkan melalui sidang adad Dewan Kehormatan

TATA KERJA DEWAN AMBALAN

PENDAHULUAN

Pembagian tus amat penting dalam melaksanakan tugas dan mekanisme organisasi karena akan memperlancar kegiatan, namun harus tetap selalu kerja sama karena satu sama lain selalu berhubungan sebagai satuan kerja

Secara umum Dewan Ambalan bertugas “ merencanakan dan melaksanakan kegiastan ambalan dengan selalu berkonsultasi dengan pembina ambalan

KETUA / PRADANA

1. Memimpin dan mengelola Dewan Ambalan

2. Bersama dengan seluruh Dewan Aambalan melaksanakan tugas pokok

3. Mewakili Dewan Ambalan, Dewan Kehormatan dan Anngota Gudep

4. Menentukan kebijakan setelah diadskan rapat ambalan

5. Mendelegasikan atau memberikan wewenang kepada anggota ambalan sesuai dengan jenjang dan tugas

6. Membentuk panitia / sangga kerja kegiatan secara pleno

7. Koordianssi dengan Pembina, gudep dan mabigus

8. Memimpin sidang atau rapat

9. Melakukan konsuiltasi / mengutus wakil kepada Pembina, mabi, instansi sesuai dengan ketentuan

10. Memimpin upacara pembukaan latihan

11. Bertanggung jawab terhadap materi yang akan disampaikan pada setiap latihan

WAKIL KETUA

1. Membentu ketua dalam melaksanakan tugas

2. Mewakili ketua apabila berhalangan mendadak

3. Memandu pembuatan proiposal kegiatan dan laporan kegiatan oleh panitia / sangga kerja kegiatan

4. Bertindak sebagai koordintor humas kegiatan / menyampaikan surat undangan / permohonan / pemberitahuan dll dalam setiap kegiatan bersama panitia / sangga kerja kegiatan

5. Bertanggung jawab kepada ketua

6. Memimpin upacara latihan pramuka

7. Bertanggung jawab terhadap siswa atau peserta yang terlambat

SEKERTARIS / KERANI

1. Melaksnakan mekanisme administrasi, khususnya yang berkenaan dengan kesekertariatan

2. Bertindak sebagai kepala sekertariat / sanggar pramuka

3. Menyusun perencanaan kegiatan

4. Mengumpulkan, menyimpan dan menilai data

5. Memberikan pelayanan administrasi

6. Membaca “resume kegiatan “ saat upacara penutupan latihan

7. Bertanggung jawab terhadap absensi hadir

8. Membuat dan mengarsip semua surat dan administrasi ambalan

9. Meninfentarisir barang administtrasi / dokumentasi ambalan

BENDAHARA / JURU GUDANG

1. Mengelola keuangan dan harta benda ambalan dengan sepengetahuan ketua Dewan Ambalan

2. Pengeluaran dan pemasukan keuangan agar dicatat dalam buku aliran kas

3. Sis anggaran setiap kegiatan dimasukkan dalam kas Dewan ambalan

4. Menyiapkan sarana upacara

5. Bertanggung jawab menarik iuran dan denda

6. Menginvenrtaris semua kekayaan ambalan

PEMANGKU ADAT

1. Mengatur pelaksanaan adat ambalan

2. Bertindak sebagai coordinator pengawasan prilaku kode kehormatan pramuka

3. Membahas dan memutuskan peristiwa yang menyagkut kehormatan pramuka bersama dengan Dewan Kehormatan

4. Membaca “ sandi Ambalan “ saat upacara

5. Bertanggung jawab terhadap kelengkapan pakaian, prilaku anggota

6. Meninfentarisis kekayaan barang adad

DEWAN KEHORMATAN

T U G A S

Membahas dan memutuskan

1. Peristiwa yang menyangkut kehormatan pramuka penegak

2. Pelantikan, penghargaan atas jasa, pelanggaran terhadap kode kehormatan prmuka penegak

UPACARA PENEGAK

Suatu usaha dalam memproses pendidikan yang meningkat dan berkelanjutan untuk melatih disiplin, patuh, tenggang rasa, tanggung jawab, kesadaran nasional ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan cinta bangsa / negara.

1. Prinsip

a. adanya acara pokok / materi upacara atau materi pelantikan

b. adanya sarana, bendera merah putih, sandi ambalan, pusaka ambalan, alat pelantikan / alat yang disesuaikan

c. ada yang dipimpin dan ada yang memimpin

d. ada yang dilantik dan ada yan g melantik

e. tertib, kidmad pelaksanaannya

f. ada pembaca sandi ambalan, perlakuan pusaka ambalan dan doa

2. Macam

a. Upacara pembukaan dan penutupan latihan

b. Upacara penerimaan tamu ambalan

c. Upacara penerimaan Calon Penegak

d. Upacara Pelantikan Penegak Bantara

e. Upacara kenaikan tingkat

f. Upacara pemberian tanda kecakapan kusus

g. Upacara pindah golongan

h. Upacara serah terima Pengurus Ambalan

i. Upacara pelepasan penegak

j. Upacara adat pernikahan penegak

3. Pelaksanaan

UPACARA PEMBUKAAN LATIHAN

a. Sangga kerja menyiapkan perlengkapan

b. Pradana mengumpulkan anggota ambalan

c. Penghormatan kepada pradana

d. Laporan Pemimpin sangga kepada pradana

e. Pradana menjemput pembina

f. Pradana mengambil tempat di depan barisan

g. Pengibaran bendera

h. Pancasila

i. Sandi ambalan

j. Pengumuman dari pembina / pradana

k. Doa

l. Barisan dibubarkan

UPACARA PENUTUPAN LATIHAN

a. Sangga Kerja menyiapkan Perlengkapan

b. Pradana mengumpulkan ambalan

c. Penghormatan kepada pradana

d. Laporan pimpinan sangga kepada pradana

e. Pradana menjemput pembina

f. Pradana mengambil tempat di depan barisan

g. Petugas menurunkan bendera

h. Pembacaan renungan

i. Pengumman pradana / pembina

j. Doa

k. Pradana membubarkan ambalan

UPACARA PENERIUMAAN TAMU AMBALAN

a. Tamu ambalan berada di sebelah kiri kiri pradana

b. Pradana / pembina memperkenalkan tamu kepada annggota ambalan

c. Pradan atau pembina memberikan kesempatan kepada tamu untuk mengikuti latihan

d. Barisan dibubarkan

UPACARA PENERIMAAN CALON PENEGAK

a. Pradana mengumpulkan anggota

b. Tamu ambalan berada ditempat yang telah ditentukan

c. Penegak bantara / laksana menyiapkan pertanyaan

d. Tamu ambalan dijemput dan dihadapkan kepada ambalan

e. Pengantar kata dari pradana / pembina penegak

f. Tanya jawab

g. Petugas mengajak meninggalkan tempat

h. Ambalan musyawarah untuk menerima tamu

i. Tamu diperdengarkankeputusan dewan ambalan

j. Ucapan selamat

UPACARA PELANTIKAN PENEGAK BANTARA

a. Pradana menyiapkan ambalan

b. Pradana laporan kepada pembina

c. Calon bantara menempatkan diri

d. Pengapit kanan dan kiri laporan

e. Tanya jawab dengan pengapit

f. Pengapit meninggalkan tempat

g. Tanya jawab kepada calon penegak

h. Mohon doa restu

i. Kata kata pelantikan

k. Penyematak tanda kecakapan

l. Ucapan selamat

UPACARA KENAIKAN TINGKAT

a. Pradana menyiapkan ambalan

b. Pradana laporan kepada tetua ambalan

c. Kerani menghadapkan kepada ambalan

d. Pengibaran bendera merah putih

e. Lagu indonesia raya

f. Pembacaan UUD 1945

g. Dasa Darma / sandi ambalan

h. Tanya jawab

i. Mohon doa restu

j. Kata Ulang janji

k. Penyematan tanda kecakapan

l. Ucapan selamat

m. Berdoa

n. Pasukan dibubarkan

UPACARA PEMBERIAN PENGHARGAAN

Dalam rangkaian upacara pembukaan /

penutupan latihan atau upacara khusus

a. Penegak yang akan menerima TKK dippanggil ke depan pembina

b. Tanya jawan tentang SKK yang telah dipanuhi

c. Penyematan tanda Kecakapan kusus dan penyerahan surat keterangan

d. Ucapan selamat dari anggota Ambalanm

e. Pembina menyerahkan amabalan kepada pradana untuk meneruskan acara

UPACARA PINDAH GOLONGAN

a. Pradana mengumpulkan anggota ambalan dalam bentuk saf

b. Penegak yang akan pindah golongan dipanggil kehadapan pembina

c. Penjelasan pembina

d. Penegak yang akan pindah diminta diri kepada ambalan

e. Pembina penegak menyerahkan kepada pembina racana

f. Pembina racana menerima sesuai dengan adat racana

UPACARA SERAH TERIMA PENGURUS

a. Sangga kerja menyiapkan perlengkapan

b. Pradana mengumpulkan anggota ambalan

c. Pembacaan sandi ambalan

d. Pembina menempatkan diri

e. Penghormatan kepada pembina

f. Laporan kepada pembina

g. Pembacaan surat keputusan

h. Pengurus lama dan baru menempatkan diri

i. Serah terima bendera, pusaka adminstrasi pengurus lama

j. Penandatanganan berita acara

k. Pengurus lama kembali ketempat

l. Amanat pembina

m. Laporan

n. Penghormatan

o. Pembina meninggalkan tempat

p. Pradana membubarkan ambalan

UPACARA PELEPASAN

a. Pradana mengumpulkan anggota ambalan

b. Penbina menempatkan diri

c. Penghormatan dilanjutkan laporan

d. Laporan kerani

e. Sandi ambalan

f. Penegak yang akan dilepas maju satu langkah

g. Penulisan pesan dan kesan

h. Pesan wakil penegak

i. Pesan pradana

j. Pesan pembina

k. Pelepasan bet ambalan

l. Selamat datang di alumni

m. Menikmati hidangan adat

n. Doa

o. Selamat jalan kakak

UPACARA ADAT PERNIKAHAN

a. Persiapan

b. Pengantin diarak menuju depan hadirin

c. Pemberian kenang – kenangan

d. Ucapan pengembalian kepada orangtua atau masyaakat

e. Diterima orangtua

f. Ular ular

g. Ucapan selamat

UPACARA PEMBUKAAN PERSAMI

  1. Pradana mengumpulkan anggota ambalan
  2. Penghormatan kepada pradana
  3. Laporan Pemimpin sangga kepada pradana
  4. Pembina menempatkan diri
  5. Penghormatan kepada Pembina dilanjutkan laporan
  6. Amanat pembina upacara dan pembukaan secara resmi
  7. Sandi ambalan
  8. Laporan Pradana Kepada Pembina upacara dilanjutkan laporan
  9. Pembina meningalkan tempat
  10. Pasukan diistirashatkan
  11. Barisan dibubarkan

UPACARA PENUTUPAN PERSAMI

1. Pradana mengumpulkan anggota ambalan

2. Penghormatan kepada pradana

3. Laporan Pemimpin sangga kepada pradana

4. Pembina menempatkan diri

5. Penghormatan kepada Pembina dilanjutkan laporan

6. Amanat pembina upacara dan penutupan secara resmi

7. Sandi ambalan

8. Laporan Pradana Kepada Pembina upacara dilanutkan laporan

9. Pembina meningalkan tempat

10. Pasukan diistirashatkan

BAGI TUGAS UPACARA

Upacara Pembukaan Latihan

Ketua : Pradana

Wakil : penanggung jawab peserta terlambat

Sekertaris : Pinsa DA / Penegak

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : Membaca Sandi

Upacara Penutupan Latihan

Ketua : Pembantu pembina

Wakil : Pradana

Sekertaris : Pembaca resume kegiatan

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : pinsa DA / Penegak

Upacara Penerimaan Tamu Ambalan

Ketua : Pradana

Wakil : Pengapit / Pendaping Tamu

Sekertaris : Laporan / protokol

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : Membaca Sandi

Upacara calon penegak

Ketua : mengguyur air suci

Wakil : pendamping / pengapit calon

Sekertaris : menerima SKU Galang / Laporan

Bendahara : menerima tongkat dan tali

Pemangku Adad : member bet ambalan

Upacara Pelantikan Penegak Bantara

Ketua : Pemimpin Upacara

Wakil : Pengapit Kanan dan Kiri

Sekertaris : Pengatur acara dan petugas bendera

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : rumah adad

Upacara Kenaikan tingkat Bantara Ke Laksana

Ketua : pemimpin upacara

Wakil : Pengapit Kanan dan kiri

Sekertaris : protocol dan Mars dan laporan

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : Membaca Sandi dan bendera

Upacara Pelepasaan Ambalan

Ketua : pemimpin upacara

Wakil : Pengapit kanan kiri

Sekertaris : Protokol dan mars serta laporan

Bendahara : Mampersiapkan Sarana

Pemangku Adad : pengatur kata hati dan makanan adad

Upacara Rapat Dewan Kehormatan

Ketua : sambutan

Wakil : Peserta

Sekertaris : Protokol sidang

Bendahara : peserta

Pemangku Adad : Pemimpoin rapat Dewan Kehormatan

SANDI AMBALAN

Pituturku dudu kadis

Yeku haran pepali ing kuno

Basa pepali tegese

Tindak kang wus lumaku

Gon pakoleh ing bener sisip

Yen iku kinaweruhan

Slamet tinemu

Brekati sak terah kita

Manggih harjo

Ucapen pepali singgih

Aja siro akaryo

ADAT AMBALAN

PENGERTIAN

Kebiasaan yang ditentukan bersama, yang berlaku pula sebagai aturan yang harus ditaati oleh semua anggota ambalan

BARANG-BARANG ADAT

A. UMUM

- Air, merupakan kebutuhan pokok manusia

- Bunga, merupakan kecantikan budi pekerti dari tindak

tanduk dan perilaku ambalan

- Guci, mertupakan wadah kesatuan antar anggota penegak

- Gayung merupakan alat gayuh untuk mencari ilmu

- Lampu teplok merupakan pengarah / petunjuk bagi para

pramuka penegak

- Balon, merupakan suara ledakan petir

- Cangkul merupakan alat untuk menggali kreatifitas

pramuka penegak

- Sabil merupakan alat pencegah sekalian memerangi

kemungkaran

B. KHUSUS

- PUTRA, pakaian ala jawa ( atas Surban, Baju Belang-

belang / putih hitam, Celana hitam

- PUTRI, Pakaian ala cina dan cepet pita putih

  1. SANDI AMBALAN

Ungkapan bebas berisi kode kehormatan sebagai satu

satunya tekad / kata hati ambalan ( terlampit )

  1. PANJI PANJI AMBALAN

Gambar dan arti terlampir

  1. PERATURAN LAIN

1. Selama ada kegiatan Penegak Bantara / Laksana pantang

makan Nasi

2. selama menjabat Pengurus Dewan Ambalan dilarang mempunyai pacar

3. Sesama anggota penegak tidak boleh berpacaran

4. Semua anggota Ambalan Selo dan Cempoa harus dapat

menyanyikan sandi ambalan dengan baik dan benar

SEJARAH AMBALAN

KI AGENG SELO

Ki Ageng selo adalah tokoh islam yang menurunkan raja – raja mataram, S.I.S.K. Sesoeoenan Paku Boewono XII di Surakarta Hadiningrat adalah keturunan beliau yang ke VII, Ki Ageng adalah putra kedua dari pasangan Kyai Ageng Getas Pendawa, nama aslinya adalah Kyai Ngabdul Rahman Ing Selo.

Diwaktu muda kiageng selo dikenal dengan nama Bagus Songgom seorang laki-laki yang sakti mandra guna, sehingga darah mudanya membuat beliau agak takabur, namun dari pengalaman pahit nya akhirnya beliau sadar akan keterbatasan seorang titah sehingga beliau taubat kepada Allah SWT dan mengutamakan pertapa ( ngentur tapa ), beliau semasa muda juga sebagai petani, setiap pagi berangkat kesawah walau gerimis dan tetap rajin bekerja, pada waktu saedang asik dengan pekerjaan datang seorang kakek menuju padanya dibarengi dengan kilat sambil berkata “ aku gelap dari langit “ maka tabnpa banyak tanya ditangkaplah orang tua tersebut, namun ketika ditangkap keluar ledakan yang dasyat, dan diserahkannya pada Sultan Biontoro Demak, waktu diajak menghadap datanglah seorang nenek yang menghampiri lalu menyiramkan aircketubuh kakek tersebut, dengan tersiramnya kakek dengan air maka kembali terdengar suara ledakan, ledakan tersebut merontakan segala benda yang ada disekita dan kemudian lenyaplah kakek tersebut tanpa bekas, sejak saat itu Ki Ageng Selo terkenal sebagai penakluk petir.

DARI SEJARAH TERSEBUT, GERAKAN PRAMUKA SMAN GUNTUR MENGANGKAT DAN MEENGABADIKAN KIAGENG SELO PADA NAMA AMBALAN PUTRA YAITU “ AMBALAN KI AGENG SELO “ KARENA KATA “ GUNTUR “ ADALAH BISA DIARTIKAN / ATAU IDENTIK DENGAN “ PETIR “ DENGAN HARAPAN ANGGOTA AMBALAN DAPAT MENELADANI KEKUATAN DAN KEBERANIAN SERTA TAULADAN YANG BAIK KIAGENG SELO.

Diakir hidupnya beliau banyak menuylis “piwulang – piwulang “ yang ditujuan kepada anak cucunya, beliau wafat dan dimakamkan di Desa Selo Kecamatan Tawangharjo Kabupoaten Grobogan Jawa Tengah

SEJARAH AMBALAN

PUTRI CEMPA

Cempa adalah kerajan kecil yang terletak dikamboja, atas berkat mubalig Syayid Ibrahim Asmargandi garis keturunan Rosulullah yang dikenal dengan Syeh Maulana Malik Ibrahim, maka Kerajaan Cempa banyak yang masuk Islam termasuk Raja Cempa yaitu KUNTHARA atau Prabu KIYAN, Oleh Prabu Kiyan maka Syeh Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan anak yang kedua yaitu Dewi Candra Wulan, sedangkan putri Raja Kiyan yang pertama “ DWARAWATI MURDANINGRUM “ atau putri liang yuang dikenal dengan PUTRI CEMPA diperistri oleh RADEN ALIT atau HARYO ONGKO WIJOYO atau PRABU KERTA BUMI BERGELAR PRABU BRAWIJAYA V, dan diboyong ke Majapahit, Ketika Putri Cempa hamil Istri tua Raja Brawijaya cemburu dan kawatir akan menggeser kedudukannya sebagai pewaris kerajaan maka putri cemppa diserahkan kepada ARYA DAMAR adipati Palembang, dan disanalah Putri Cempa melahirkan seorang anak laki – laki yang diberi nama RADEN HASAN yang berikutnya dikenal dengan RADEN FATAH / SULTAN FATA ADIPATI NATAPRAJA DI KABIPATEN DEMAK BINTORO.

DARI SEJARAH TERSEBUT, GERAKAN PRAMUKA SMAN GUNTUR MENGANGKAT DAN MEENGABADIKAN PUTRI CEMPA PADA NAMA AMBALAN PUTRI YAITU “ AMBALAN PUTRI CEMPA “ KARENA KEBESARAN KASIH SAYANG SEORANG IBU YANG MEMBUKA KERAJAAN DEMAK BINTORO “ DENGAN HARAPAN ANGGOTA AMBALAN DAPAT MENELADANI KASIH SAYANG DAN KEULETAN SERTA TAULADAN YANG BAIK PUTRI CEMPA

Putri cempa lahir di kamboja dan meninggal di Palembang, sebagai Ibunya Orang Demak yang penuh kasih sayang, ulet, ahlaqul karimah sesuai ajaran Islam.

KIBARAN CITA

AMBALAN KIAGENG SELO PUTRI CEMPA

WARNA DASAR MERAH PUTIH

Bendera Bangsa Indonesia tanda perjuangan Kemerdekaan Indonesia

WARNA MERAH

Lambang keberanian Pramuka Penegak

WARNA PUTIH

Lambang kesucian hati Pramuka Penegak

WARNA KUNING

Lambang tingkat penegak sekaligus kecerdasan Pramuka Penegak

WARNA HITAM

Lambang Gelar Keturunan Pramuka Penegak

WARNA COKLAT

Lambang Tanah yakni manusia berasal dari tanah dan kembali jadi tanah

GAMBAR BINTANG

Lambang Ketuhanan Yang Maha Esa

BINGKAI TASBEH 99

Lambang kebesaran Asma ALLAH SWT yaitu Asma’ul Husna

GAMBAR MASJID

Lambang kebesaran dan kebudayaan Islam

GAMBAR MASJID BERUNDAK TIGA

Lambang Islam, Iman dan Ihsan menujukkan tingkatan Orang Mukmin

PINTU MASJID TIGA

Lambang janji Tri Satya

SAYAP SEPULUH

Lamabang Darma Pramuka

TUNAS KELAPA DUA

Satuan terpisah

TULISAN KIAGENG SELO DAN CEMPA

Nama ambalan

IHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

Cita cita ambalan

GAMBAR PETIR

Anggota ambalan harus memiliki kekuata fisik, mental, jasmani maupun rohani dan siap menghadapi tantangan

GAMBAR BUNGA CEMPA

Harum berahlaqul karimah sebagai sebuah kepribadian ambalan.

ATUR ACARA API UNGGUN

SEMILIR ANGIN MALAM

MENGHANTARKAN SUARA TAKBIR ADZAN

TERDENGAR

MENGGEMA HINGGA RELUNG HATI PASUKAN

( anggota pasukan menggemakan suara adzan

dan dentuman kentongan serta bedug,

satu persatu peserta duduk membentuk lingkaran )

GEMERICIK TETESAN AIR WUDLU

SATU SATU

GETAR HATI BERMUNAJAD

( bersama membaca tasbih, tahmid dan takbir )

IMAM JADI PANUTAN

SATUKAN IKTIKAD

(pembina unggun menempatkan diri dan peserta berdiri sementara pemimpin unggun mengalunkan iqomah dan memimpin saling hotmat serta menyerahkan kepada kakak Pembina unggun )

AWALI NIAT YANG TULUS DEMI HATI NURANI ISLAMI

KERTAS PUTIH JANGAN KOTORI

TINTA EMAS GORESKAN PRASASTI

( Pembina unggun mengajak adik adiknya

mengawali kegiatan dengan do’a )

TEMANKU

SAHABATKAU

SAUDARAKU

DAN KELUARGAKU

MENYATU

HATIMU HATIKU HATI KITA SEMUA

( petugas membaca sekapur sirih

diiring dengan bacaan tahlil )

IKAT KEHIDUPAN DENGAN JANJI

SINARI DENGAN DARMA DAN BAKTI

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

( Petugas tri Satya dan dasa dharma

maju nyalakan api, diikuti bacaan keagungan kehadiran sang surya / thola’al badru )

API KITA SUDAH MENYALA

Petugas tri Satya dan dasa dharma

kembali, diikuti sholawat kebesaran / sholawat badar)

PETUAH

WEJANG

MAUIDHOH KASANAH

SATUKAN LANGKAH

JAYA PASUKAN KITA

( Pembina memberi amanat dan sambutan )

SAATNYA SUKA RIA MENYAMBUT KEMENANGAN

BAHAGIA

BERCANDA

SELAMAT

( atraksi api unggun pasukan diistirahatkan )

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………….

MARI KITA BUKTIKAN JANJI BAKTI KITA

( Pasukan disiapkan untuk menutup api unggun )

IHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA

( Pembina unggun maju ke unggung

sambil menyalakan obor dan

menyerahkan kepada pemimpin unggun

untuk menyebarkan api ke nusantara

dan mematikan unggun )

AKU JADI PANDUMU

( lagu himne pramuka, kemudian pasukan bersalaman dan

bubar menuju sangga masing-masing )

.

SEKAPUR SIRIH

( API UNGGUN )

Sekapur sirih api unggun

Entah kapan legenda ini terjadi

Kisah suami istri hidup ditengah hutan

Akar, daun dan ranting kering ia kumpulkan

Penghangat tubuh ditengah malam

Untuk mengusir binatang buas

Romantika hidup ia lakukan

Sholat dan ibadah tak pernah ia tinggalkan

Iman dan taqwa sebagai bekal hidupnya

Rintangan, halangan tak pernah ia haraukan

Ia ingat bahwa hidup bersifat sementara

Hindarilah perbuatan angkara murka

Allah yang maha mengetahui

Perkara hidup dan mati tiada yang mengerti

Itulah manusia sejati

Unggun berkobar membawa semangat hidupnya

Nantikan seluruh cita citanya

Galanglah persatuan dan kesatuan antara kita

Guna tetap tegaknya tanah air Indonesia

Untuk mewujudkan Negara yang jaya sentosa

Niatmu..niatku…niat kita semua

BIOGRAFI PENULIS

Penulis mengenal pramuka dimulai dari masa penggalang di MTs Sultan Fatah Karangtengah, kemudian kini MTs tersebut berubah status menjadi MTs Negeri Karangtengah, namun karena status sekolah swasta sehingga aktifitas ektra saat itu belum menjadi pilihan utama sehingga hanya aktif ketuika aka ada kegiatan perkemahan dan peringatan HUT Pramuka saja, kejadian di Penggalang sama dia alami ketika di Penegak bahkan bias dikatakan lebih buruk karena SMA Al-ma’arif dimana penulis belajar kegiatan belajar mengajar dilakukan sore hari praktis kegiatan ekta Pramuka tidak ada, namun demi membina sikap maka penulis ikut kegiatan di KKTD ( Kelompok Keja Penegak Pandega ) yang dikelola oleh DKC Demak, bahkan kala itu penulis sudah kelas tiga dan tak satupun temennya yang ikut bisa dibilang Penulis Orang Pertama yang ikut aktif kegiatan Ektra Pramuka si sekolahannya dan berkat kegigihannya Penulis dilantik menjadi Anggota Pramuka Penegak Bantara oleh Ka Kwarcab Demak ( Kak Soekijan ) dan selanjutnya ada adik kelasnya yang ikut namun belum mampu menjadikan ektra pramuka jadi pilihan dan aktif di SMA Al-ma’arif Demak .

Pengalaman yang penulis peroleh kemudian dikembangkan di Racana Pandega, bahkan penulis semapat menjabat Dewan Racana Sudirman di Kudus, kreatifitas dan kemadiriannya serta loyalitas penulis terhadap pramuka membawa kepercayaan Kwartir Cabang Kudus tahun 1992 dikirim mengikuti kegiatan Penegak Pandega tingkat Nasional “Raimuna Nasional” di cibubur Jakarta, mulailah jiwa pramuka tertanam di penulis, maka mengawali pengabdiaannya dia sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting Gebog Kudus, Ketua Dewan Kerja Ranting Guntur Demak, Pembina Pramuka MTs Matholiul Huda Kedungsari Gebog, MTs Sabilul Huda Guntur Demak, MAN Demak, SMA Negeri Guntur dan SMP Negeri 2 Karangtengah.

Guna memenuhi tugas membina maka kegiatan kursus dan kepelatihan pun tidak penulis lupakan, mulai dari KMD di Kudus, KML di Demak, KPD di Jawa Tengah dan KPL Nasional pun dia lakukan dengan penuh semangat mengabdi, maka lanyak kalau dia juga kemudian dipercaya sebagai Ketua Kwartir Ranting Guntur selama dua pereode, sebagai Andalan Cabang urusan penega Kabupaten Demak, serta sekarang sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Demak, Penulis juga tergabung sebagai Korp Pelatih Kwartir Daerah Jawa Tengah.

Yang menarik dan perlu kita tiru putra kelahiran Doronerjo Karangtengah 14 September 1968 dari putra Bapak KH. Ali Mahmud dengan Ibu Salbiyah yang kini tinggal di Bogosari 03/01 Guntur Demak adalah pengalaman dan pendidikan kepramukaan juga diturunkan / dikenalkan kepada anaknya mulai dari Siaga, orang swasta yang terbentuk jiwanya dalam pramuka dan selalu menanamkan kode kehormatan pramuka dalam kehidupan sehari-hari, Penulis adalah “ Nur Muklis “ yang dikaruniani tiga anak dari istri yang setia “ Siti qoyyimah al hafidzoh “ yaitu 1) Nur Syafiqul Haq Al-qowwim, 2) Nurul Burhan Al-Qowwim, 3) Nuril Wafi Baaq Al-qowwim, penghargaan yang diterima dari Gerakan Pramuka adalah PANCA WARSA IV DAN DARMA BAKTI dari Kwartir Nasional.


Penulis

Demak, 14 September 2008


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar